ESTORIA — Gelombang kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mulai menemukan momentumnya di kalangan mahasiswa Jawa Timur. Dua kelompok yang sama-sama berada dalam jejaring BEM Nusantara Jawa Timur secara terbuka melontarkan wacana Reformasi Jilid II, menyusul akumulasi kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin menjauh dari kepentingan rakyat.
Seruan itu datang dari BEM Nusantara Jatim ID dan BEM Nusantara Jatim Official, yang dalam beberapa hari terakhir aktif mengampanyekan narasi perlunya gerakan mahasiswa yang lebih besar untuk merespons kondisi nasional.
Di media sosial, BEM Nusantara Jatim ID bahkan mengunggah pernyataan bernada keras yang menyinggung dominasi oligarki, menyempitnya ruang kritik, serta perlunya perlawanan dari berbagai elemen masyarakat.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim ID, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan bahwa gagasan Reformasi Jilid II muncul bukan semata dari keresahan mahasiswa, melainkan juga kegelisahan publik yang semakin luas terhadap arah perjalanan bangsa.
Menurut Deni, berbagai persoalan yang muncul belakangan menjadi alarm bahwa Indonesia sedang menghadapi masalah serius. Ia menyoroti program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga menguatnya keterlibatan militer dalam urusan sipil pasca pengesahan revisi Undang-Undang TNI.