Selain kerusakan bangunan, BNPB juga masih mengumpulkan informasi terkait kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat gempa tersebut.
“Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung,” ujarnya.
Di Kota Palu, guncangan dirasakan cukup kuat selama sekitar empat hingga enam detik. Kepanikan sempat terjadi ketika warga berlarian keluar rumah dan bangunan untuk menghindari risiko tertimpa bangunan apabila terjadi gempa susulan.
BPBD Kota Palu langsung melakukan asesmen cepat untuk memastikan kondisi wilayah dan mengidentifikasi dampak yang terjadi.
Sementara itu, di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar dua detik. Masyarakat dilaporkan sempat panik meski guncangan berlangsung singkat.