Fakta lain yang diungkap Fauzan adalah RJS ternyata sudah tidak masuk kantor sejak Kamis (18/06/2026). Keberadaannya mulai dipertanyakan ketika pada Senin (22/06/2026) staf mencoba menghubunginya untuk keperluan tanda tangan dokumen, namun ponselnya sudah tidak aktif.

 

"Staf menghubungi melalui WhatsApp karena membutuhkan tanda tangannya, tetapi hanya centang satu. Artinya, ponselnya sudah tidak aktif," katanya.

 

Fauzan juga menegaskan, RJS tidak sedang menjalankan tugas dinas ke luar daerah. Baik Pemkab Bangkalan maupun Kepala Dinas PRKP tidak pernah memberikan penugasan perjalanan dinas kepada korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

 

Ia bahkan mengaku masih sempat bertemu dengan RJS pada Rabu malam (17/06/2026) dalam acara pisah sambut Komandan Kodim Bangkalan.

Atas peristiwa tersebut, Pemkab Bangkalan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berharap penyebab kematian RJS segera terungkap.

 

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Sekdis PRKP. Kami juga sangat prihatin dengan kondisi meninggalnya yang masih penuh misteri," tutur Fauzan.