ESTORIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kabupaten Sumenep justru menyisakan pertanyaan besar. 

 

Di tengah besarnya jumlah sasaran yang mencapai lebih dari 107 ribu jiwa, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa warga yang sudah menerima manfaat program tersebut.

 

Ironisnya, instansi yang memegang data sasaran itu mengaku hingga kini belum pernah menerima laporan resmi dari dapur penyelenggara maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengenai realisasi penyaluran MBG kepada kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Sumenep, Desy Febryana, mengatakan pihaknya hanya bertugas menyiapkan dan menyerahkan data calon penerima manfaat. Adapun urusan distribusi sepenuhnya berada di tangan dapur penyelenggara dan SPPG.

 

"Kalau proses penerimaannya, kami hanya terkait data. Untuk penerimaan dan distribusinya dari SPPG atau dapur," kata Desy.