Sementara itu, Strock menuding Hizbullah terus memindahkan amunisi selama masa gencatan senjata. Menteri Yitzhak Wasserlauf dari Partai Otzma Yehudit juga mengeluhkan pasukan Israel tidak dapat menindak ancaman yang berada di luar "yellow line" atau garis pembatas yang disepakati.

 

Menutup perdebatan, Ben-Gvir mendesak pemerintah segera membatalkan kesepakatan tersebut.

 

"Ada prajurit yang terluka. Kita bisa menyerang ratusan target dan membombardir mereka," ucapnya.

 

Perdebatan sengit di kabinet Israel itu terjadi di tengah proses perundingan antara Israel dan Lebanon yang berlangsung alot di Washington. Meski diwarnai ketegangan, kedua pihak dilaporkan akhirnya mencapai kesepakatan pada Sabtu (27/06/2026).