Namun penjelasan itu belum memuaskan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir. Politikus sayap kanan tersebut mempertanyakan mengapa Hizbullah tidak langsung diserang apabila terdeteksi kembali memperkuat persenjataannya.

 

"Bagaimana dengan ancaman yang sedang berkembang? Jika Hezbollah terlihat sedang mempersenjatai diri kembali, mengapa mereka tidak langsung dihancurkan?" katanya.

 

Kritik serupa juga disampaikan Menteri Permukiman dan Misi Nasional Orit Strock. Ia mengaku menerima keluhan dari prajurit Israel yang merasa aturan gencatan senjata membuat mereka rentan diserang.

 

Menurut Strock, para tentara merasa seolah berada di "arena tembak" karena tidak leluasa merespons situasi di lapangan.

 

Ben-Gvir pun kembali menegaskan bahwa dirinya sejak awal menolak gencatan senjata.