Pemerintah Iran memperkirakan jumlah pelayat akan mencapai angka yang sangat besar, bahkan berpotensi melampaui pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 yang saat itu dihadiri sekitar 10 juta orang.
Meski demikian, Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, dipastikan tidak menghadiri prosesi pemakaman ayahnya karena alasan keamanan menyusul ancaman terbaru dari Israel.
Menjelang puncak prosesi, Iran juga mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, menegaskan negaranya siap memberikan respons militer apabila terjadi serangan selama berlangsungnya pemakaman.
"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel), agar tidak melakukan salah perhitungan dan mempertimbangkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman maupun agresi terhadap negara kami," kata Abdollahi, seperti dikutip media pemerintah Iran.