ESTORIA – Dua pelabuhan yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp60 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang, kembali menuai sorotan. Meski telah rampung dan diresmikan beberapa tahun lalu, hingga kini keduanya belum berfungsi optimal untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan.

 

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Juhari. Legislator Fraksi PPP itu mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) segera mengambil langkah nyata untuk menuntaskan berbagai persoalan yang selama ini menghambat operasional kedua pelabuhan tersebut.

 

"Pemprov Jatim harus serius menangani Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang agar segera dapat dipergunakan sebagaimana mestinya," ujar Juhari, Sabtu (27/06/2026).

 

Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Gili Iyang sangat strategis karena menjadi pintu penghubung antarpulau sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan. Bahkan, sejak awal Pelabuhan Dungkek dirancang sebagai pelabuhan dengan cakupan pelayanan berskala nasional.

 

Juhari menilai aset yang dibangun menggunakan dana publik itu tidak boleh terus dibiarkan menganggur tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar seluruh kendala yang ada segera diselesaikan.