Pemerintah juga mengubah arah kebijakan beasiswa LPDP agar lebih fokus mendukung kebutuhan pembangunan nasional. Jika sebelumnya beasiswa diberikan secara lebih umum, kini prioritas diarahkan pada bidang-bidang strategis yang dibutuhkan Indonesia di masa depan.

 

Bidang tersebut meliputi ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), serta sektor-sektor strategis seperti pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, hilirisasi industri, kemaritiman, manufaktur dan material maju, hingga kewirausahaan.

 

Purbaya menilai talenta menjadi elemen terpenting dalam transformasi ekonomi nasional. Karena itu, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan," tegasnya.

 

Pemerintah sendiri menargetkan Indonesia masuk dalam lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Target tersebut ditopang oleh proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar US$5 triliun dengan pendapatan per kapita di atas US$15.000.