"Kami tidak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei," tegasnya.
Menurutnya, penilaian terbaik terhadap kinerja pemerintah akan datang dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat berbagai program yang dijalankan, bukan semata-mata berdasarkan hasil lembaga survei.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah SMRC merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen pada Juli 2026. Angka itu turun cukup tajam dibandingkan survei sebelumnya pada November 2025 yang mencatat tingkat kepuasan mencapai 81,2 persen.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengungkapkan bahwa dari total responden, 4,8 persen menyatakan sangat puas terhadap kinerja pemerintah, sementara 46,3 persen lainnya mengaku cukup puas.
Survei tersebut dilaksanakan pada 5–19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia dan memiliki hak pilih. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon terhadap 83,8 persen responden serta wawancara tatap muka kepada 16,2 persen responden. SMRC menyebut survei ini memiliki margin of error sekitar 3,7 persen.