ESTORIA - Program hilirisasi subsektor perkebunan yang terus didorong Kementerian Pertanian RI mulai membuka peluang baru bagi daerah-daerah penghasil komoditas unggulan. Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, langkah tersebut disambut dengan penguatan sektor hulu melalui penyediaan bibit kelapa unggul bersertifikat sebagai fondasi pengembangan industri berbasis kelapa di masa depan.
Sebagai salah satu sentra kelapa terbesar di kawasan pesisir timur Madura, Sumenep dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan bernilai tambah. Tidak lagi hanya mengandalkan penjualan hasil panen mentah, komoditas kelapa kini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru yang mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat perekonomian desa.
Keseriusan itu terlihat dari berkembangnya usaha penangkaran dan sertifikasi benih kelapa di wilayah tersebut. Salah satunya dilakukan CV Elang Buana di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, yang saat ini menjadi salah satu penyedia bibit kelapa unggul bersertifikat di Kabupaten Sumenep.
Direktur CV Elang Buana, Hadi Triono, menilai kebutuhan bibit berkualitas menjadi faktor krusial untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa yang berkelanjutan. Menurutnya, potensi kelapa yang dimiliki Sumenep harus diimbangi dengan ketersediaan benih unggul agar produktivitas kebun masyarakat terus meningkat.
“Sumenep ini punya potensi kelapa yang luar biasa. Jadi kebutuhan bibit unggul memang harus dipersiapkan dari sekarang supaya pengembangan perkebunan masyarakat bisa lebih baik dan produktif,” ujar Hadi, Selasa (26/05/2026).