"Kita wawancarai langsung, kira-kira apa jamunya," ucapnya disambut tawa peserta Rakornas.

 

Selain mengungkap data penduduk tertua, Dukcapil juga memaparkan komposisi terbaru penduduk Indonesia. Hingga Semester I Tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia mencapai 290.125.073 jiwa.

 

Dari angka tersebut, sekitar 201.060.449 jiwa atau 69,30 persen merupakan penduduk usia produktif, yakni kelompok berusia 15 hingga 64 tahun. Kondisi ini dinilai menjadi modal besar bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi.

 

Kelompok usia produktif terbesar berasal dari rentang usia 15-19 tahun dengan jumlah 23.791.077 jiwa, disusul usia 20-24 tahun sebanyak 23.442.785 jiwa, serta usia 25-29 tahun yang mencapai 23.004.157 jiwa.

 

Menurut Teguh, besarnya jumlah penduduk usia produktif menunjukkan rasio ketergantungan yang relatif rendah sehingga membuka peluang mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.