ESTORIA - Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjaga kelestarian bahasa daerah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Di tengah arus modernisasi dan derasnya pengaruh budaya global, Sumenep dinilai berhasil menunjukkan keseriusan dalam mempertahankan identitas lokal melalui program revitalisasi bahasa daerah.
Atas capaian tersebut, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Penghargaan itu diberikan kepada kepala daerah yang dinilai aktif mendukung program revitalisasi bahasa daerah tahun 2025 sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya nasional.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa daerah kini tidak lagi dipandang sekadar agenda budaya, melainkan bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Bupati Fauzi menegaskan, bahasa daerah memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar alat komunikasi sehari-hari. Menurutnya, bahasa adalah cerminan sejarah, karakter, nilai sosial, hingga warisan budaya yang diwariskan lintas generasi.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk terus menjaga warisan budaya yang dimiliki,” ujar Fauzi, Senin (25/05/2026).
Ia menambahkan, Pemkab Sumenep selama ini terus mendorong pelestarian bahasa Madura melalui berbagai program pendidikan dan kebudayaan. Mulai dari penguatan muatan lokal di sekolah, kegiatan budaya berbasis masyarakat, hingga melibatkan generasi muda dalam agenda pelestarian budaya daerah.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran budaya bagi anak-anak dan remaja. Lingkungan pendidikan dianggap menjadi tempat paling efektif untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga identitas lokal sejak dini.