estoria.id – PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) memastikan KM Mutiara Sentosa 2 telah dilengkapi berbagai fasilitas keselamatan sesuai standar kelaiklautan sebelum insiden kebakaran yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (02/08/2026).
Meski demikian, pihak operator mengaku belum dapat memastikan bagaimana seluruh prosedur penyelamatan dijalankan ketika api melalap kapal. Penjelasan teknis mengenai penanganan keadaan darurat masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap nakhoda yang saat ini dilakukan oleh otoritas terkait di Surabaya.
Kepala PT ALP Kantor Cabang Surabaya, Ferdinan Pondang, mengatakan kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang dibangun pada 1992 itu dilengkapi berbagai perlengkapan keselamatan, mulai dari sekoci, alat pemadam api ringan (APAR), jaket pelampung, jalur evakuasi hingga alarm darurat.
"Kalau alat keselamatan ada di kapal. Cuma untuk penanganannya saya kurang paham. Mungkin nakhoda yang bisa menjelaskan," ujar Pondang di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (04/08/2026).
Berdasarkan laporan awal dari kru kapal, kata Pondang, kobaran api pertama kali muncul dari bagian buritan atau belakang kapal. Kondisi itu membuat akses menuju sejumlah alat penyelamat utama menjadi sangat sulit karena sekoci maupun Inflatable Liferaft (ILR) juga berada di area yang sama.
"Yang tadi disampaikan teman-teman kru, api berasal dari belakang. Sedangkan alat penyelamat itu semua di belakang posisinya. Sekoci, ILR, semuanya di belakang," ungkapnya.
Situasi tersebut, lanjut Pondang, membuat nakhoda mengambil keputusan mengarahkan seluruh penumpang menuju haluan atau bagian depan kapal demi menjauh dari sumber api. Saat kobaran semakin membesar, penumpang kemudian diminta menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.
"Jadi, nakhoda katanya menyampaikan penumpang dialokasikan ke haluan semua untuk lompat pada saat kapal mulai terbakar," katanya.
Pondang kembali menegaskan bahwa seluruh perlengkapan keselamatan di kapal dalam kondisi tersedia, termasuk APAR, sekoci, pelampung, dan jalur evakuasi. Menurutnya, perubahan arah evakuasi ke haluan semata-mata dilakukan karena titik api berada di buritan.
"Ada, sekoci, alat pelampung. Jalur evakuasinya yang dialokasikan sama nakhoda itu ke haluan karena api berasal dari buritan. APAR ada semua di kapal. Lengkap," tegasnya.
Selain itu, ia memastikan KM Mutiara Sentosa 2 rutin menjalani pemeriksaan kelaiklautan (ramp check) oleh instansi berwenang. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada Juni 2026.
"Kapal terakhir menjalani ramp check pada bulan Juni 2026," ujarnya.
Namun, terkait apakah alarm peringatan dini sempat diaktifkan serta bagaimana upaya awal pemadaman api dilakukan, Pondang mengaku belum memperoleh informasi dari nakhoda.
"Kalau itu alarm fungsi. Cuma saya belum tahu, apakah diaktifkan atau tidak, saya belum dapat informasi dari nakhoda," pungkasnya.