estora.id - Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, kembali menjadi sorotan. Setelah hampir dua pekan mendekam di tahanan, Febrie kini menjalani pemeriksaan oleh Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

 

Pantauan di Jakarta, Jumat (07/08/2026), Febrie keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.05 WIB. Dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dan tangan diborgol, ia langsung digiring menuju kendaraan tahanan yang membawanya ke Gedung Kejaksaan Agung RI.

 

Dalam perjalanan menuju lokasi pemeriksaan, Febrie terlihat membawa sebuah map berwarna biru. Ia tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu di sekitar area rutan.

 

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya permintaan dari penyidik Kejagung untuk menghadirkan Febrie dalam agenda pemeriksaan tersebut.

 

"Benar, KPK menerima permintaan pembantaran dari penyidik Kejaksaan Agung untuk kebutuhan pemeriksaan terhadap Saudara FA. Dijadwalkan siang ini," ujar Budi dalam keterangannya.

 

Diketahui, Kejagung telah menitipkan penahanan Febrie di Rutan KPK sejak 24 Juli 2026. Langkah itu dilakukan setelah status hukumnya meningkat menjadi tersangka dalam sejumlah perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum.

 

Kasus yang menyeret nama Febrie awalnya ditangani oleh Polri sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. Dalam perkara pertama, ia ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU yang berkaitan dengan kasus PT Asabri bersama seorang pengusaha bernama Don Ritto.

 

Tak berhenti di situ, Febrie juga dijerat dalam perkara dugaan pencucian uang yang berkaitan dengan temuan barang bukti berupa 74 kilogram emas serta uang tunai bernilai ratusan miliar rupiah. Dalam kasus tersebut, Kejagung turut menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka.

 

Selain dua perkara itu, penyidik masih terus mendalami sejumlah dugaan tindak pidana lain yang disebut terkait dengan Febrie. Di antaranya dugaan korupsi di PT Krakatau Steel serta kasus pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang disebut-sebut berujung pada peristiwa blackout.