estoria.id - Nasib empat penumpang KM Mutiara Sentosa II yang hilang pascakebakaran hebat di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, masih menjadi tanda tanya. Meski operasi SAR khusus telah resmi ditutup, upaya pencarian terhadap para korban belum sepenuhnya berhenti.
PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) selaku operator kapal mengaku telah mengajukan permohonan resmi kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak agar pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dapat dilanjutkan dengan melibatkan Basarnas.
Kepala Cabang PT ALP Surabaya, Ferdinan Pondang, mengonfirmasi bahwa hingga kini terdapat empat orang yang dilaporkan belum ditemukan. Mereka terdiri dari Abdul Manan yang bekerja sebagai koki kapal, Abdul Hamid sopir kendaraan ekspedisi, Abdurahman sopir mobil boks, serta Mustaf Sanusi, sopir ekspedisi asal Makassar.
Keempat korban tersebut diketahui memiliki jejak keberadaan di atas kapal sebelum insiden terjadi. Bahkan sebagian di antaranya sempat menghubungi keluarga atau mengirimkan rekaman video saat kebakaran berlangsung.
"Kami masih melakukan penelusuran data terkait penumpang yang membeli tiket resmi tetapi tidak tercantum dalam manifes. Untuk empat korban yang belum ditemukan, kami sudah mengirim surat ke KSOP agar pencarian dapat dilanjutkan oleh tim Basarnas," ujar Ferdinan.
Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya menjalani pemeriksaan maraton di Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (06/08/2026). Pemeriksaan berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul 14.45 WIB hingga 19.30 WIB.
Ferdinan mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah anak buah kapal (ABK) yang selamat masih menjalani proses pemeriksaan intensif sejak dua hari setelah insiden terjadi. Karena proses investigasi masih berlangsung, ia memilih tidak memberikan banyak komentar terkait penyebab maupun penanganan teknis kecelakaan kapal tersebut.
Menurutnya, seluruh informasi resmi mengenai perkembangan kasus kebakaran KM Mutiara Sentosa II akan disampaikan oleh manajemen pusat PT ALP maupun pihak Basarnas.
Seperti diketahui, KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya-Makassar mengalami kebakaran hebat di tengah pelayaran pada Minggu (02/08/2026) pagi di perairan utara Sumenep.
Berdasarkan data Basarnas, total 238 orang berhasil dievakuasi dari insiden tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 233 orang dinyatakan selamat, sementara lima lainnya meninggal dunia.
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sebelumnya menyatakan operasi SAR gabungan telah resmi dihentikan dan dialihkan menjadi operasi rutin yang berada di bawah koordinasi Kantor SAR Surabaya.
Meski demikian, keluarga korban yang masih hilang terus berharap pencarian kembali dilakukan agar kepastian nasib kerabat mereka dapat segera terungkap. Hingga kini, keberadaan empat penumpang tersebut masih menjadi fokus penelusuran berbagai pihak.