Kejadian tersebut dengan cepat menyebar di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan ambulans silih berganti mendatangi sekolah untuk mengevakuasi siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Menanggapi insiden itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan program MBG. Ia memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah-sekolah tersebut langsung dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
“Yang pasti dapur kita suspend, kemudian kepala SPPG kita copot,” ujar Sudaryono dalam pernyataannya yang beredar di media sosial, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, penghentian sementara operasional dapur dilakukan agar proses investigasi berjalan maksimal sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya kasus serupa di kemudian hari.