estoria.id - Peringatan Hari Pramuka 2026 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mendorong generasi muda menjadikan momentum tersebut sebagai pijakan untuk terlibat lebih aktif dalam pembangunan.
Arif menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam mendukung berbagai agenda strategis bangsa, termasuk mewujudkan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
“Anggota Pramuka juga penting menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan pembangunan,” ungkap Arif, Selasa (18/08/2026).
Menurutnya, tema Hari Pramuka 2026, “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, sejalan dengan tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Target besar tersebut, kata Arif, tidak mungkin diwujudkan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang memiliki kreativitas, energi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi salah satu fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas. Nilai disiplin, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong hingga kepedulian terhadap lingkungan dinilai relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Semangat Pramuka harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat,” katanya.
Namun, Arif berharap generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan. Mereka harus mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan, menciptakan inovasi, sekaligus terlibat dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
“Pramuka harus mampu menjadi wadah generasi muda untuk belajar, berinovasi, sekaligus mengambil peran nyata dalam pembangunan,” tegasnya.
Bappeda Sumenep juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen lainnya. Menurut Arif, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam membangun ketahanan pangan sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju 2045.
Ia berharap nilai-nilai kepanduan tidak hanya berhenti dalam kegiatan organisasi, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Gerakan Pramuka dapat melahirkan generasi yang tangguh, mandiri, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Gerakan Pramuka diharapkan mampu menjadi wadah pembentukan generasi muda yang tangguh, mandiri, kreatif, dan peduli terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.
Arif kembali mengingatkan bahwa Hari Pramuka seharusnya menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat kontribusi generasi muda terhadap pembangunan daerah dan nasional.
“Mari terus berbakti, berinovasi, dan bergerak maju demi kejayaan NKRI,” pungkasnya.