estoria.id - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mulai menyusun roadmap percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Pembahasan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Potre Koneng, Rabu (12/08/2026).

 

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan roadmap tersebut harus menjadi panduan nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar dokumen perencanaan.

 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada masyarakat, seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, mengurangi kemiskinan dan memperkuat daya saing daerah.

 

“Kita tidak ingin lagi hanya berbicara mengenai potensi. Kita harus bergerak dari potential-based planning menjadi action-oriented planning,” ujar Arif.

 

Sumenep memiliki banyak sektor potensial, di antaranya pertanian, perikanan, peternakan, garam, perkebunan, pariwisata, UMKM, industri kreatif, perdagangan dan jasa hingga minyak dan gas.

 

Namun, pemerintah perlu menentukan sektor yang benar-benar mampu menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Penentuan tersebut harus berdasarkan data dan kajian yang jelas.

 

Bappeda menilai ada lima hal penting yang perlu diperkuat dalam roadmap tersebut. Pertama, menetapkan sektor prioritas. Kedua, mendorong hilirisasi agar komoditas tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Ketiga, menarik investasi yang sesuai dengan potensi daerah.

 

Keempat, memperkuat UMKM melalui akses pembiayaan, teknologi, digitalisasi, peningkatan kualitas produk dan pemasaran. Kelima, memastikan setiap program memiliki target, anggaran, waktu pelaksanaan dan OPD yang bertanggung jawab.

 

Selain program jangka panjang, Bappeda juga mendorong adanya quick wins yang bisa memberikan dampak ekonomi dalam waktu relatif cepat.

 

Arif menegaskan percepatan ekonomi tidak bisa dilakukan oleh satu OPD saja. Dinas terkait, dunia usaha, perbankan, akademisi, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan harus bekerja secara terintegrasi.

 

Bappeda akan berperan mengoordinasikan berbagai sektor tersebut agar memiliki arah pembangunan yang sama.

 

“Keberhasilan percepatan ekonomi Kabupaten Sumenep tidak ditentukan oleh satu OPD, tetapi oleh sinergi seluruh kekuatan yang kita miliki,” katanya.

 

Roadmap ini diharapkan menjadi dasar kebijakan pembangunan ekonomi Sumenep yang lebih terarah, terukur dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.