Ia kemudian mendorong agar kondisi NU dibicarakan secara terbuka dan jujur. Menurutnya, pengakuan terhadap persoalan yang terjadi merupakan langkah awal untuk melakukan pembenahan.

 

NU harus kita akui jujur terpuruk. Kejujuran itu sebagai bagian dari konsekuensi untuk kita melakukan apa di dalam menolong keterpurukan itu,” ujarnya.

 

Namun, pernyataan Cak Imin kemudian berubah menjadi sindiran yang langsung mengarah pada latar belakang organisasi kemahasiswaan pimpinan NU.

 

“Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira gitu lah,” ucapnya.

 

Cak Imin kemudian menegaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikannya dalam konteks keterbukaan sebagai sesama keluarga besar pergerakan.