estoria.id - Tantangan industri media yang terus berubah membuat perusahaan pers tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan platform dan produk jurnalistik. Kualitas orang-orang di baliknya menjadi faktor penting untuk memastikan perusahaan pers mampu bertahan sekaligus berkembang.

 

Hal inilah yang menjadi perhatian Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep dalam menyusun program kerja periode 2026-2027.

 

Penguatan sumber daya manusia (SDM) ditempatkan sebagai salah satu agenda utama organisasi. Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong perusahaan pers yang tergabung dalam JMSI agar semakin sehat secara kelembagaan, kuat dalam menghadapi perubahan industri, serta tetap menjunjung profesionalisme dan martabat pers.

 

Gagasan itu mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) JMSI Kabupaten Sumenep 2026-2027 yang berlangsung di RM Ayam Brewok Sakera, Kota Sumenep, Selasa (1/9/2026).

 

Mengusung tema “Bersama Membangun Masa Depan Perusahaan Pers yang Sehat, Kuat dan Bermartabat”, forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah program pada periode berikutnya.

 

Raker tidak sekadar membicarakan daftar kegiatan. JMSI Sumenep mulai mengarahkan program agar memiliki keterkaitan satu sama lain dan benar-benar memberikan manfaat bagi perusahaan pers yang menjadi bagian dari organisasi.

 

Ketua JMSI Kabupaten Sumenep, Supanji, mengatakan sejumlah program yang telah berjalan pada periode 2025-2026 tetap akan dilanjutkan. Namun, pelaksanaannya akan diperkuat melalui konsep program yang lebih terintegrasi.

 

“Program-program sebelumnya tetap akan kami lanjutkan dengan fokus kegiatan yang sama, tetapi ke depan lebih kami tekankan pada kepaduan program. Sehingga kegiatan yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung untuk penguatan perusahaan pers,” ujar Supanji.

 

Menurutnya, pengembangan SDM menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari masa depan perusahaan pers. Perubahan teknologi, pola konsumsi informasi, hingga perkembangan industri media menuntut pekerja media memiliki kemampuan yang terus diperbarui.

 

Karena itu, penguatan perusahaan pers tidak hanya dipandang dari sisi kelembagaan. Peningkatan kapasitas individu yang bekerja di dalam perusahaan juga menjadi bagian penting dari strategi JMSI Sumenep.

 

“Fokus kami ke depan adalah bagaimana pengembangan personal di perusahaan pers yang tergabung di JMSI bisa lebih diperhatikan. Kami ingin program organisasi benar-benar memberikan ruang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas orang-orang yang ada di dalam perusahaan pers,” jelasnya.

 

Dengan pendekatan tersebut, JMSI Sumenep berharap program organisasi tidak berhenti pada agenda seremonial. Setiap kegiatan diharapkan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas SDM sekaligus memperkuat perusahaan pers dari dalam.

 

Raker JMSI Sumenep 2026-2027 sendiri berlangsung dalam dua agenda utama. Hari pertama digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja periode 2025-2026.

 

Sementara pada hari kedua, pembahasan difokuskan pada penyusunan dan pematangan program kerja JMSI Sumenep untuk periode 2026-2027.

 

Melalui raker tersebut, JMSI Sumenep menegaskan arah organisasi ke depan: membangun perusahaan pers bukan hanya dengan memperkuat kelembagaan, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas manusia yang menjadi penggeraknya.