Siriani juga menyinggung dampak jerebu yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Sarawak. Menurutnya, kondisi yang memburuk hingga memunculkan langkah-langkah darurat menunjukkan bahwa pencemaran udara bukan persoalan sepele.
“Setiap tahun rakyat Malaysia, Indonesia dan negara-negara jiran terpaksa menghirup udara yang tercemar akibat kebakaran hutan, pembakaran tanah,” katanya.
Dari persoalan udara, tuntutan kemudian diarahkan kepada pemerintah Indonesia.
“Sampai bila rakyat yang tidak bersalah perlu membayar harga untuk kegagalan pihak yang bertanggungjawab?” kata Siriani.
Ia meminta pemerintah Indonesia membuka informasi mengenai pihak yang berada di balik persoalan kebakaran dan pencemaran asap serta tidak berhenti pada penanganan dampak.