estoria.id - Aksi “Ganyang Jerebu” di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, berubah menjadi panggung kritik keras terhadap pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto.

 

Dalam video yang diunggah akun TikTok @haramalaysia pada Sabtu (5/9/2026), sejumlah peserta aksi menyuarakan keresahan atas kabut asap yang kembali melanda kawasan dan menuntut pemerintah Indonesia bertindak terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.

 

Salah satu orasi yang mencuri perhatian disampaikan seorang siswa bernama Luqman. Dengan nada tinggi, ia secara langsung menyentil Prabowo.

 

“Saya tengok tadi dalam media sosial. Gak usah sok ngatur, gak usah sok pintar. Kalau pintar kenapa bukan jadi presiden? Hay Prabowo,” ujar Luqman dalam orasinya.

 

Ia kemudian menegaskan bahwa kehadiran mereka di depan kantor perwakilan Indonesia bukan untuk mencari permusuhan dengan rakyat Indonesia.