Aris juga menyampaikan kritik terhadap pemerintah Indonesia. Dalam pernyataan yang dibacanya, ia mengatakan pemerintah dinilai tidak cukup mengetahui kondisi dan penderitaan masyarakat Papua di wilayah konflik.
“Karena pemerintah cuma tahu saja di sana, di Jakarta. Di sini tidak pernah bilang mau memperhatikan Papua, saya dukung jadi Papua itu harus merdeka.”
Aris kemudian menyebut dirinya telah bekerja sebagai sopir di wilayah tersebut sejak 2013. Ia mengatakan tetap menjalani aktivitasnya karena mengetahui kondisi masyarakat setempat.
“Jadi saya sebagai pendatang, terutama sebagai sopir ini, dari dulu saya sudah melayani dari 2013 sampai sekarang, sampai 2026, saya masih jalan di sini karena saya percaya Papua itu bisa merdeka.”
Dalam rekaman tersebut, Aris juga menyampaikan bahwa persoalan Papua tidak cukup dilihat hanya berdasarkan data pemerintah di Jakarta.