"Itu bukan sumpah saya, saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera, itu sumpah saya, terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya, jadi goblok," ujar Prabowo.

 

Prabowo selanjutnya mengaitkan persoalan tersebut dengan nilai-nilai agama. Di hadapan kader PAN yang memiliki basis massa Islam, ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 191 mengenai fitnah.

 

"PAN kan juga ada basis agamis, kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, ada ya? Ada? Surat Al-Baqarah ayat 191, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," kata Prabowo.

 

Meski merasa telah menjadi sasaran tudingan, Prabowo mengatakan dirinya tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut. Ia menyebut tetap mencatat berbagai pernyataan yang telah disampaikan oleh sejumlah pakar.

 

Namun, Prabowo mengatakan pintu maaf tetap terbuka apabila pihak yang bersangkutan menyadari kesalahannya.