estoria.id – Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada perencanaan dan kebijakan yang baik. Lebih dari itu, kualitas aparatur menjadi faktor penting untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar berjalan hingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Imam Hasyim saat menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Administrator dan Pengawas Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, pejabat administrator dan pengawas memiliki posisi strategis karena berada di garis penting dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah menjadi program dan kegiatan yang dapat dilaksanakan di masing-masing perangkat daerah.
“Aparatur pemerintah ini harus memahami setiap kebijakan pemerintah daerah hingga tingkat pelaksana, agar terwujud dalam bentuk program dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Imam Hasyim.
Ia menekankan, kebijakan yang telah disusun dengan baik tidak boleh berhenti sebatas dokumen perencanaan. Diperlukan langkah konkret, pengawasan, serta evaluasi agar pelaksanaan program tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
“Kami tegaskan kebijakan yang terancang dengan baik hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus ada langkah konkret, pengawasan, dan evaluasi agar program benar-benar terlaksana sesuai target,” tegasnya.
Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta memahami arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sumenep sekaligus mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif di lingkungan kerjanya.
Menurut Imam, koordinasi yang kuat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan. Setiap program harus memiliki target yang jelas dan dapat dievaluasi secara berkala.
Di sisi lain, aparatur juga dituntut mampu merespons persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan aparatur yang tidak hanya menjalankan rutinitas administratif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan publik.
“Aparatur pemerintah tidak hanya dituntut mampu melaksanakan pekerjaan secara administratif, tetapi harus memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 55 pejabat administrator dan pengawas dilantik dan diambil sumpah/janjinya. Mereka menempati sejumlah jabatan, di antaranya kepala bidang, kepala seksi, hingga kepala subbagian pada organisasi perangkat daerah serta kecamatan.
Imam berharap pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi pergantian atau pengisian jabatan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kinerja birokrasi pemerintah daerah.
“Kami mengharapkan seluruh pejabat dan aparatur bisa memperkuat sinergi, serta bekerja secara terarah dalam menjalankan agenda pembangunan daerah, untuk membangun Kabupaten Sumenep lebih baik,” pungkasnya.