estoria.id – Upaya redaksi estoria.id meminta tanggapan anggota DPRD Sumenep, Virzannida Busro Karim, terkait kasus kematian seorang santri di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep belum membuahkan jawaban. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu belum memberikan respons atas permintaan wawancara yang dikirim melalui WhatsApp pada Selasa (20/10/2026).

 

Virzannida bukan sekadar anggota DPRD Sumenep. Pada periode 2024–2029, ia menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan sekaligus anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep. Kedua posisi tersebut membuat pandangannya relevan untuk dimintai keterangan mengenai persoalan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan kepentingan masyarakat.

 

Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang dimiliki redaksi, dua pesan dikirim untuk meminta kesediaan Virzannida memberikan keterangan mengenai kasus tersebut.

 

Pesan pertama dikirim pukul 09.33 WIB. Redaksi membuka komunikasi dengan salam, menyampaikan permohonan maaf karena mengganggu waktunya, dan meminta izin untuk melakukan wawancara.

 

Pesan pertama itu tercatat telah dibaca. Namun, hingga percakapan tersebut didokumentasikan, tidak terlihat balasan dari Virzannida.