Redaksi kemudian mengirim pesan kedua pada pukul 09.58 WIB untuk memperjelas pokok wawancara yang dimaksud.
“Mohon izin, jika berkenan untuk wawancara soal kematian pasien di RS BHC Sumenep,” tulis redaksi.
Pesan kedua tersebut telah terkirim, ditandai dua centang pada WhatsApp. Namun, berbeda dengan pesan pertama, pesan kedua belum menunjukkan tanda telah dibaca dalam tangkapan layar yang tersedia. Bukti komunikasi itu memperlihatkan bahwa pesan pertama telah dibaca, sedangkan pesan kedua baru berstatus terkirim.
Diketahui sebelumnya, Moh. Firman Ramadhani alias Dani merupakan santri yang menjalani kehidupan sederhana di lingkungan pesantren. Ia mengabdikan diri sebagai abdi dalem, menjalankan rutinitas di bagian laundry dalem Kiai, dan dikenal sebagai sosok yang rendah hati serta ringan tangan membantu teman-temannya.
Kepergian Dani meninggalkan duka bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya. Di tengah kehilangan tersebut, keluarga masih menantikan penjelasan medis yang menyeluruh mengenai penyebab kematiannya di RS BHC Sumenep.