Salah satu dugaan yang disampaikan adalah penempatan sejumlah pengurus cabang dan wilayah di hotel-hotel di Surabaya dan Jombang. KPKNU mencurigai penempatan tersebut bukan sekadar pengaturan akomodasi, melainkan diduga berkaitan dengan upaya mengarahkan pilihan dalam menentukan anggota AHWA.
“Nah, temuannya kemarin, PCPW disekap, dikarantina di beberapa hotel di Surabaya dan juga di Jombang untuk diintervensi memilih salah satu AHWA yang akan memilih Rais Aam,” ujarnya.
Tuduhan tersebut menjadi salah satu poin yang diminta KPKNU untuk ditelusuri. Namun, klaim mengenai penyekapan, karantina, dan intervensi terhadap pengurus NU masih perlu diuji melalui pemeriksaan serta bukti yang dapat diverifikasi.
Dugaan Aliran Uang Ikut Dipersoalkan
Selain dugaan intervensi terhadap pemilih, KPKNU juga menyoroti indikasi pemberian uang dan manipulasi dalam proses pemilihan. Sholihin menghubungkan dugaan itu dengan sebuah pertemuan di rumah KH Abdul Wahab Hasbullah atau Mbah Wahab, sembari menyebut nama Nusron Wahid dan Saifullah Yusuf.