"Prinsip saya, hidup saya 100 persen tanggung jawab saya. Saya sehari omzet bisa Rp500.000. Alhamdulillah lebih dari cukup," katanya.

 

Menurut Danil, hasil tersebut bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga menjadi modal untuk mengembangkan usaha di masa depan. Ia bercita-cita menambah gerobak cilok sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

 

Perjalanan usahanya pun tidak selalu mulus. Danil mengaku sempat mendapat penolakan dari orang tua maupun mertuanya yang merasa dirinya tidak perlu berjualan karena kondisi ekonomi keluarga sudah mapan.

 

"Sempat ada penolakan dari orang tua. Karena orang tua saya mampu mempekerjakan orang, masa anak sendiri tidak bisa. Istri saya lalu cerita kepada mertua dan akhirnya diperbolehkan," ungkapnya.

 

Seiring berjalannya waktu, dukungan keluarga mulai berdatangan setelah melihat usaha Danil berkembang dan dagangannya semakin diminati pelanggan.