Ketiga tokoh tersebut dikenal sebagai figur sentral dalam perkembangan pemerintahan Bangkalan sekaligus menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Madura.

 

Perjalanan Kerajaan Madura Barat sendiri terbagi ke dalam beberapa fase. Fase awal dimulai ketika Kiai Demang Plakaran menduduki tahta di Keraton Anyar. Periode ini diperkirakan berlangsung sekitar abad ke-15, meski belum ditemukan catatan yang mampu memastikan tahun secara pasti sehingga sering disebut sebagai masa pra-sejarah pemerintahan Bangkalan.

 

Dari Kiai Demang Plakaran lahirlah sejumlah tokoh yang kemudian memberi warna dalam sejarah Madura. Dua di antaranya yang paling menonjol adalah Raden Adipati Pramono dan Kiai Pragalba, yang juga dikenal sebagai Pangeran Arosbaya.

 

Dari garis keturunan kedua tokoh inilah kemudian muncul para penguasa yang mengendalikan wilayah Madura, mulai dari ujung barat hingga ujung timur pulau. Pengaruh mereka menjadi fondasi lahirnya pemerintahan di berbagai wilayah Madura yang terus berkembang hingga masa-masa berikutnya.

 

Selain menyimpan nilai sejarah, Makam Agung Arosbaya juga memiliki keunikan arsitektur yang masih dapat dinikmati hingga sekarang. Pengunjung akan melewati Gapura I sebagai pintu masuk utama, disusul Gapura II dan Gapura III yang menghubungkan setiap halaman makam.