Di dalam kompleks juga terdapat tiga batur makam utama, masing-masing berada di sisi barat, tengah, dan timur. Tata letak tersebut diyakini dirancang sebagai bentuk penghormatan terhadap para tokoh yang dimakamkan sekaligus mencerminkan karakter arsitektur pemakaman bangsawan pada zamannya.

 

Nilai sejarah yang tinggi membuat Makam Agung Arosbaya ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya yang mendapat perhatian pemerintah. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur pernah melakukan registrasi dan inventarisasi pada 1993, kemudian melanjutkannya dengan studi teknis pada 2007 sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pendokumentasian situs bersejarah tersebut.

 

Kini, Makam Agung Arosbaya bukan hanya menjadi tujuan wisata religi, tetapi juga laboratorium sejarah terbuka yang menghubungkan generasi masa kini dengan jejak para pendiri Bangkalan. Setiap sudut kompleksnya menyimpan cerita tentang lahirnya para pemimpin Madura, menjadikan situs ini sebagai salah satu warisan budaya yang tak ternilai dan layak terus dijaga keberadaannya.