Menurut Kiai A’la, sempat muncul rencana menunggu kedatangan salah satu putra almarhum yang berada di Kalimantan. Namun keluarga akhirnya memutuskan agar proses pemakaman tidak perlu menunggu kepulangannya.
“Awalnya ingin menunggu putra beliau yang di Kalimantan. Tetapi yang bersangkutan telah merelakan untuk tidak ditunggu. Salat jenazah kemungkinan sekitar pukul 23.00 WIB,” jelasnya.
Terkait lokasi pemakaman, keluarga masih melakukan musyawarah. Salah satu lokasi yang menjadi pertimbangan adalah Asta Selatan di kompleks Ponpes Annuqayah, tempat ayahanda almarhum, K.H. Abdullah Sajjad, dimakamkan.
Sebelumnya, keluarga sempat mempertimbangkan agar almarhum dimakamkan berdekatan dengan K.H. Ahmad Basyir AS. Namun dalam waktu-waktu terakhir, almarhum dikabarkan lebih menginginkan dimakamkan bersama sang ayah.
“Beliau sempat ingin berkumpul dengan almarhum K.H. Ahmad Basyir AS. Tetapi belakangan lebih condong ingin dimakamkan bersama ayahandanya,” tutur Kiai A’la.