Usai Haura turun dari panggung, rangkaian pra-upacara dilanjutkan dengan pertunjukan tari kemerdekaan. Para penari tampil mengenakan busana bernuansa tradisional dengan gerakan yang dinamis.

 

Suasana kemudian kembali berubah ketika pasukan TNI dan Polri mulai mengambil posisi. Derap langkah dan formasi barisan mengantarkan acara menuju prosesi upacara kenegaraan.

 

Nuansa keberagaman Indonesia juga terlihat dari pakaian para pejabat dan tamu undangan. Beragam busana adat Nusantara dikenakan, mulai dari kebaya dan kain tradisional hingga busana bernuansa Jawa-Madura lengkap dengan aksesori dan penutup kepala khas.

 

Pagi itu, halaman Pemkab Sumenep seolah menjadi panggung kecil yang mempertemukan beragam wajah Indonesia. Ada suara seorang anak yang membacakan puisi, gerak para penari, kedisiplinan pasukan TNI-Polri, hingga keberagaman pakaian adat yang dikenakan para undangan.

 

Setelah seluruh rangkaian pra-upacara berakhir, prosesi utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun dimulai.

Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana seketika berubah khidmat ketika kalimat-kalimat yang pernah dibacakan Soekarno pada 17 Agustus 1945 itu kembali menggema di halaman Pemkab Sumenep.