"Kami tidak pernah tahu bahwa ini kemudian akan menjadi satu buku," ujarnya.

 

Bagi Gus Kautsar, persoalan utamanya bukan sekadar soal setuju atau tidak setuju namanya dicantumkan.

Ia justru mempertanyakan transparansi proses penerbitan buku tersebut. Menurutnya, jika hasil wawancara memang hendak dimasukkan ke dalam buku, semestinya para narasumber diberi tahu terlebih dahulu.

 

"Sebetulnya bukan masalah keberatan atau tidak, satu hanya masalah transparansi. Kemudian kalau memang kami dicantumkan di sana, kenapa sebelum diterbitkan kami tidak diberitahu, kami tidak dikasih tahu," tegasnya.

 

Soroti Judul Islam Ala Prabowo

 

Gus Kautsar juga memberikan catatan terhadap penggunaan judul Islam ala Prabowo.