Menurutnya, istilah semacam itu tidak lazim dalam tradisi pesantren ketika membicarakan Islam dan para kiai.
Ia bahkan memberikan sejumlah contoh nama ulama yang menurutnya tidak biasa disebut dengan konstruksi "Islam ala".
"Kapasitas guru-guru kami saja kami tidak punya tuh Islam ala Mbah Kiai Jazuli misalnya, gak punya tuh. Islam ala Mbah Yehuda gak ada tuh, atau mungkin yang kamu kenal misalnya Islam ala Mbah Maimun, enggak ada tuh," tuturnya.
Menurut Gus Kautsar, tradisi pesantren tidak terbiasa menjadikan Islam sebagai sesuatu yang dilekatkan pada pandangan personal seorang tokoh.
"Karena kami tidak biasa bahwa ngomongkan Islam kemudian ngomongkan menurut saya, gak ada tuh," katanya.