Polemik tersebut kemudian mendapat sorotan politikus PDI Perjuangan (PDIP) Mohamad Guntur Romli.
Melalui akun Instagram pribadinya, Gun Romli menilai pencantuman nama tiga ulama besar tanpa izin dan konfirmasi tidak bisa dipandang hanya sebagai kekeliruan administratif.
Ia menyebut persoalan tersebut sebagai bentuk "kejahatan intelektual".
Gun Romli juga mempertanyakan konstruksi judul Islam ala Prabowo.
Menurut dia, penggunaan judul tersebut berpotensi membangun framing tertentu mengenai hubungan Prabowo Subianto dengan corak keislaman.
Hingga kini, polemik masih menyisakan pertanyaan mengenai proses penyusunan, konfirmasi terhadap para tokoh yang namanya tercantum, serta tanggung jawab pihak penyusun dan penerbit.