Kesempatan tersebut datang pada 1954, ketika ia memperoleh kesempatan berangkat ke Tanah Suci melalui undian kuota haji. Sepulangnya dari Makkah, namanya berubah menjadi TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, dengan nama sang ayah disematkan di bagian akhir.
Menimba Ilmu di Makkah, Kembali Mengabdi kepada Umat
Pendidikan agama menjadi fondasi utama perjalanan hidup TGH Turmudzi. Setelah menempuh Sekolah Rakyat pada 1944, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Mu'allimin Darul Qur'an Bengkel di bawah bimbingan TGH Soleh Hambali.
Pada 1954, ia berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama. Ia kemudian menetap di kota suci tersebut selama kurang lebih satu dekade.
Pengalaman belajar di Tanah Suci menjadi bekal penting ketika ia kembali ke Indonesia pada 1962. Alih-alih membatasi pengabdiannya pada aktivitas dakwah, ia memilih membangun lembaga pendidikan agar ilmu agama dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.