Kesederhanaan, keteguhan dalam memegang prinsip, serta keikhlasan dalam membimbing masyarakat menjadi karakter yang melekat pada sosok Datok Bagu.

 

Kepergiannya pada usia 90 tahun menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang ulama yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk ilmu dan umat. Namun, lembaga pendidikan yang dirintisnya, para santri yang dibimbingnya, serta jejak pengabdiannya di Nahdlatul Ulama menjadi warisan yang terus berlanjut.

 

Datok Bagu telah berpulang. Akan tetapi, perjuangannya membangun pendidikan Islam dan membimbing umat di Lombok meninggalkan jejak yang tidak selesai bersama kepergiannya.