Dalam forum tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan perguruan tinggi di lingkungan pesantren. Inisiatif itu mendapat dukungan Ketua Umum PBNU saat itu, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Melalui kerja sama dengan STAI Ibrahimy Jawa Timur, STAI Ibrahimy kemudian berdiri di kompleks Pesantren Qamarul Huda pada 1999.
Kehadiran perguruan tinggi tersebut memperluas akses pendidikan bagi santri dan masyarakat. Pesantren yang awalnya berfokus pada pendidikan keagamaan pun berkembang menjadi lingkungan pendidikan dengan jenjang yang lebih luas.
Dari Pengurus Ranting hingga Mustasyar PBNU
Di luar dunia pendidikan, TGH Turmudzi memiliki perjalanan panjang dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Pengabdiannya dimulai dari tingkat desa hingga dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.
Sejumlah posisi yang pernah dijalaninya meliputi: