Nasi Basi dan Buah Busuk Menu MBG Yayasan Alif Batuputih

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SPPG Dapur Alif Batuputih, Sumenep, Moh. Fawaid (Foto: Istimewa/doc.estoria)

i

Kepala SPPG Dapur Alif Batuputih, Sumenep, Moh. Fawaid (Foto: Istimewa/doc.estoria)

ESTORIA Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alif Batuputih, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, mendapat keluhan dari sejumlah wali murid.

Seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa terhadap kualitas makanan yang diterima anaknya dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut, menu yang dibagikan diduga tidak dalam kondisi layak konsumsi.

“Sudah berkali-kali nasinya basi dan buahnya busuk,” ungkapnya kepada media ini, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, menu yang diterima siswa umumnya berupa nasi putih, telur goreng, tahu goreng, irisan mentimun dan tomat, sambal, serta satu buah salak. Namun dalam beberapa kesempatan, ia menilai kualitas bahan makanan tersebut patut dipertanyakan.

Ia juga menyinggung pembagian menu kering berupa roti selama tiga hari berturut-turut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, roti tersebut tanpa pengawet dan dianjurkan untuk segera dikonsumsi.

“Rotinya hampir kedaluwarsa. Paling lama tanggal 19 Februari 2026,” tuturnya.

Wali Murid Keluhkan Pelayanan Yayasan Alif Batuputih: “Berkali-kali Nasi Basi dan Buahnya Busuk”
Kolase dokumentasi pembagian makanan program MBG Yayasan Alif Batuputih, Nasi Basi dan Buahnya Busuk (doc.estoria)

Keluhan senada disampaikan Wawan (31), wali siswa asal Desa Batuputih Kenek. Ia menilai program MBG secara konsep merupakan kebijakan yang baik, namun pelaksanaannya perlu evaluasi serius agar tidak menimbulkan persoalan baru.

“Programnya sebenarnya mulia. Tapi kalau kualitas makanannya seperti ini, tentu harus ada perbaikan. Namanya makan bergizi gratis, ya harus benar-benar bergizi dan layak,” katanya.

Wawan mempertanyakan mekanisme pengawasan serta keterlibatan tenaga ahli gizi dalam penyusunan dan distribusi menu. Ia berharap ada pembenahan menyeluruh agar program prioritas pemerintah tersebut berjalan sesuai standar.

“Kalau sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.

Program MBG merupakan kebijakan nasional di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola Yayasan Alif Batuputih telah dilakukan sejak sepekan terakhir. Hingga Sabtu (14/2/2026), belum ada tanggapan meski telah dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.

Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.


***

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara
Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang
Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”
Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang
KPK Beberkan Kondisi Tersangka Yaqut
WFH Sehari Mulai Digulirkan
KPK Didesak Jelaskan Tahanan Yaqut
KPK Geser OTT ke Cilacap, Tetapkan 2 Tersangka Modus Setoran THR
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 00:10 WIB

Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara

Rabu, 1 April 2026 - 08:11 WIB

Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:14 WIB

Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:46 WIB

KPK Beberkan Kondisi Tersangka Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 - 09:50 WIB

WFH Sehari Mulai Digulirkan

Berita Terbaru