Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Senin, 20 April 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Diskusi Pentingnya Integritas dan Verifikasi di Era Banjir Informasi


ESTORIA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan menggelar konsolidasi jurnalistik di kawasan Monumen Arek Lancor, Minggu malam (19/4/2026).

Kegiatan menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi atas tantangan kerja jurnalistik di tengah derasnya arus media sosial.

Agenda diawali doa bersama untuk Sekjen PWI Pusat alm. Zulmansyah Sekedang. Sejumlah organisasi wartawan di Pamekasan turut hadir dalam forum tersebut.

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, melalui Ketua Bidang Budaya dan Agama, Hasibuddin, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi, mengambil hikmah dari peristiwa kematian, serta mengasah insting jurnalistik para wartawan.

“Ini acara perdana Bidang Budaya dan Agama PWI Pamekasan tahun ini. Setidaknya ada tiga tujuan. Silaturahmi, mengambil hikmah dari peristiwa kematian, dan mengasah insting jurnalistik para wartawan di Kabupaten Pamekasan,” tegas Hasib.

Ia menegaskan pentingnya menghadirkan karya jurnalistik yang informatif, edukatif, dan berpihak pada kepentingan publik.

Menurutnya, keterbukaan informasi dari pejabat juga mulai menunjukkan tren positif dalam mendukung kerja jurnalistik.

“Kami cermati, para pejabat dan masyarakat makin sadar betapa sikap tertutup terhadap upaya konfirmasi wartawan itu bagian dari melanggar UU Pers Nomor 40/1999. Sebab, akan menghambat proses percepatan desiminasi informasi publik yang dibutuhkan banyak masyarakat,” urainya.

Dalam sesi tausiah, wartawan Media Indonesia, KH. Ghazi Mujtaba, mengingatkan agar wartawan menghindari berita yang mengandung unsur fitnah dan ghibah.

Ia menegaskan bahwa informasi tanpa dasar fakta termasuk fitnah, sementara konten yang menyerang ranah pribadi tanpa kepentingan publik masuk kategori ghibah.

“Berita yang faktanya tidak valid atau hoaks jelas merupakan fitnah. Sementara berita yang mengandung unsur ghibah lebih kepada yang menjurus pada pribadi seseorang, bukan yang berpijak pada kepentingan publik,” tegasnya.

Kiai Ghazi juga menyoroti kebiasaan begadang di kalangan wartawan yang dinilai berdampak pada kualitas kerja. Kesehatan, menurutnya, berpengaruh langsung terhadap mutu produk jurnalistik.

“Kurangi begadang. Karena kesehatan wartawan sangat berpengaruh terhadap kualitas beritanya,” pesan dia.

Selain itu, ia mengajak wartawan menjadikan kematian sebagai pengingat untuk bekerja lebih bijak.

“Seperti dalam sambutan Ketua PWI barusan, kematian ini adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita. Tidak perlu sakit, juga tidak mengenal umur,” ujarnya.

Ia lanjut menekankan bahwa rezeki merupakan hal yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan manusia.

“Kita dapat mengambil hikmah betapa pendapatan dengan rezeki itu berbeda. Kita bisa mengatur pendatapan, tapi tidak dengan rezeki yang merupakan urusan Allah,” paparnya.

“Kita tidak perlu risau dengan urusan rezeki. Sebab, Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa,” imbuhnya.

Sementara itu, wartawan senior Berita Jatim, Syamsul Arifin, memaparkan tiga pilar utama jurnalistik, yakni independensi dan keberimbangan, verifikasi, serta integritas.

Ketiga prinsip itu disebut sebagai fondasi yang harus dijaga di tengah perubahan zaman.

“Meskipun teknologi berubah, KEJ terutama yang menekankan pada independensi, uji informasi, tidak menghakimi, tetap harus menjadi fondasi utama,” tukasnya.

***

Penulis : Redaksi Estoria

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara
Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang
Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”
Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang
KPK Beberkan Kondisi Tersangka Yaqut
WFH Sehari Mulai Digulirkan
KPK Didesak Jelaskan Tahanan Yaqut
KPK Geser OTT ke Cilacap, Tetapkan 2 Tersangka Modus Setoran THR
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:58 WIB

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Kamis, 2 April 2026 - 00:10 WIB

Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara

Rabu, 1 April 2026 - 08:11 WIB

Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:26 WIB

Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:14 WIB

Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang

Berita Terbaru

News

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Senin, 20 Apr 2026 - 09:58 WIB