Prajurit TNI Diperiksa POM Usai Kericuhan dan Perusakan Warung Madura di Kemayoran

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret sejumlah oknum yang diduga TNI usai kericuhan di Warung Madura Kemayoran Jakarta. (Sumber Foto: Istimewa)

i

Potret sejumlah oknum yang diduga TNI usai kericuhan di Warung Madura Kemayoran Jakarta. (Sumber Foto: Istimewa)

ESTORIA – Kericuhan yang terjadi di sebuah Warung Madura di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial setelah video insiden tersebut tersebar luas. Dalam rekaman itu terlihat aksi kekerasan hingga perusakan fasilitas warung yang diduga melibatkan seorang prajurit TNI.

Video yang beredar memperlihatkan cekcok antara pembeli dan penjaga warung. Situasi kemudian memanas hingga berujung aksi saling serang. Seorang pria berpakaian hitam dan mengenakan helm putih tampak memukul penjaga warung perempuan.

Saat seorang pria lain yang diduga penjaga warung mencoba melerai, keributan justru semakin tak terkendali. Pelaku juga terlihat merusak sejumlah barang di dalam warung menggunakan tabung gas LPG 3 kilogram.

Akibat kejadian itu, etalase dan lemari pendingin mengalami kerusakan. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung turun tangan untuk meredam kericuhan.

Kasus itu kini ditangani Polisi Militer TNI. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra membenarkan pihaknya telah memantau insiden tersebut.

“Iya, sudah dimonitor. Sudah ditangani POM,” kata Roby, Selasa (5/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa insiden bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung yang kemudian berkembang menjadi pertengkaran.

Menurut Donny, dalam kejadian tersebut justru prajurit TNI AD berinisial Sertu AW mengalami luka akibat penusukan dan saat ini menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran.

“Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok,” ujar Donny.

Ia menegaskan seluruh rangkaian kejadian masih didalami oleh pihak berwenang. TNI AD juga memastikan proses hukum akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan anggotanya.

“Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara utuh,” pungkasnya.

 

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekolah Rakyat untuk Anak DTKS di Sumenep Masih Numpang Gedung Diklat
Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan
Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara
Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang
Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”
Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang
KPK Beberkan Kondisi Tersangka Yaqut
WFH Sehari Mulai Digulirkan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:16 WIB

Sekolah Rakyat untuk Anak DTKS di Sumenep Masih Numpang Gedung Diklat

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:47 WIB

Prajurit TNI Diperiksa POM Usai Kericuhan dan Perusakan Warung Madura di Kemayoran

Senin, 20 April 2026 - 09:58 WIB

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Kamis, 2 April 2026 - 00:10 WIB

Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara

Rabu, 1 April 2026 - 08:11 WIB

Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang

Berita Terbaru

News

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Senin, 20 Apr 2026 - 09:58 WIB

×