Sekolah Rakyat untuk Anak DTKS di Sumenep Masih Numpang Gedung Diklat

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Gedung SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Batuan, atau secara resmi SKB Kabupaten Sumenep yang dijadikan Sekolah Rakyat sementara, yang terletak di Jl. Raya Lenteng, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. (Sumber Foto: Istimewa)

i

Potret Gedung SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Batuan, atau secara resmi SKB Kabupaten Sumenep yang dijadikan Sekolah Rakyat sementara, yang terletak di Jl. Raya Lenteng, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. (Sumber Foto: Istimewa)

ESTORIA – Harapan ratusan keluarga miskin di Kabupaten Sumenep untuk segera menikmati program Sekolah Rakyat masih harus menunggu. Program pendidikan gratis berasrama yang digadang-gadang menjadi jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu tersendat sebelum benar-benar dimulai.

Bukan karena kekurangan anggaran atau minim dukungan, melainkan terbentur status lahan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep sebelumnya telah menetapkan Desa Patean, Kecamatan Batuan, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan seluas sekitar 10 hektare disiapkan untuk membangun kompleks pendidikan terpadu dari jenjang dasar hingga menengah atas.

Namun setelah proses verifikasi dilakukan, lahan tersebut diketahui masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Status itu membuat pembangunan tidak bisa dilakukan sembarangan karena terbentur aturan perlindungan lahan pertanian.

Akibatnya, proyek yang diharapkan menjadi simbol pemerataan pendidikan bagi warga miskin itu pun belum bisa bergerak cepat.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Abd Rahman Riadi memastikan program Sekolah Rakyat tetap menjadi agenda pemerintah daerah dan ditargetkan mulai dibangun pada 2026.

“Lokasinya sudah jelas di Desa Patean, Batuan, seluas 10 hektare. Untuk pembangunan direncanakan mulai 2026,” ujarnya, Rabu (6/5).

Rahman mengakui persoalan legalitas lahan kini menjadi hambatan utama. Pemkab Sumenep masih melakukan koordinasi lintas kementerian untuk mencari solusi agar proyek tetap bisa berjalan tanpa melanggar regulasi.

“Sekarang kami masih berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, BPN, dan pihak terkait lainnya. Karena lahan sawah dilindungi tidak boleh sembarangan dialihfungsikan,” katanya.

Di tengah mandeknya pembangunan fisik, kegiatan belajar mengajar tetap dijalankan. Untuk sementara, siswa ditempatkan di gedung Sarana Kegiatan Diklat (SKD) Kecamatan Batuan.

Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai program pendidikan gratis berbasis asrama khusus bagi anak-anak yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai dari tempat tinggal, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan belajar lainnya.

Meski demikian, penggunaan gedung SKD disebut hanya bersifat sementara. Pemerintah memastikan seluruh siswa nantinya akan dipindahkan ke kompleks permanen di Desa Patean setelah pembangunan rampung.

Follow WhatsApp Channel estoria.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Kasus Narkoba Terungkap, Kokain Langka di Sumenep Picu Alarm Peredaran Internasional
Tarif Janggal di Tongkang Karjon, Penumpang Bawa Orang Sakit Justru Dikenai Biaya Lebih
Prajurit TNI Diperiksa POM Usai Kericuhan dan Perusakan Warung Madura di Kemayoran
Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan
Faktor 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Dihentikan Sementara
Warga Sumenep Jadi Tersangka Kasus Ledakan di Semarang
Pesan Mengejutkan SBY di Cikeas: “Great Power Tidak Boleh Tanpa Kontrol!”
Demokrat Kaget, Anies Hadiri Halal Bihalal di Rumah SBY-AHY Tanpa Diundang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:43 WIB

Ribuan Kasus Narkoba Terungkap, Kokain Langka di Sumenep Picu Alarm Peredaran Internasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:17 WIB

Tarif Janggal di Tongkang Karjon, Penumpang Bawa Orang Sakit Justru Dikenai Biaya Lebih

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:16 WIB

Sekolah Rakyat untuk Anak DTKS di Sumenep Masih Numpang Gedung Diklat

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:47 WIB

Prajurit TNI Diperiksa POM Usai Kericuhan dan Perusakan Warung Madura di Kemayoran

Senin, 20 April 2026 - 09:58 WIB

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Berita Terbaru

News

Konsolidasi Jurnalistik PWI Pamekasan

Senin, 20 Apr 2026 - 09:58 WIB

×