Aturan baru itu berbunyi bahwa apabila wasit terbukti menghukum pemain yang salah atas suatu pelanggaran, maka kartu dapat dialihkan kepada pelaku sebenarnya dalam konteks kasus salah identitas. Regulasi inilah yang menjadi dasar keputusan Joao Pinheiro.
Meski demikian, penerapan aturan tersebut langsung menuai kritik. Banyak pihak menilai kasus Embolo sebenarnya bukan persoalan salah mengenali identitas pemain, melainkan kesalahan penilaian wasit terhadap sebuah aksi diving. Dengan menggunakan klausul mistaken identity, VAR dinilai memperoleh ruang untuk meninjau insiden kartu kuning yang sebelumnya tidak termasuk dalam ruang lingkup intervensi teknologi tersebut.
Media India, NDTV, menilai penerapan aturan itu berpotensi bertentangan dengan prinsip dasar VAR yang sejak awal hanya diperuntukkan bagi kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious error).
Bagi Swiss, keputusan tersebut menjadi titik balik yang sangat merugikan. Sebelumnya, tim asuhan Murat Yakin baru saja menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Dan Ndoye pada menit ke-67 dan tengah tampil percaya diri menekan pertahanan Argentina. Bermain dengan 10 orang membuat momentum mereka sirna hingga akhirnya harus menyerah 1-3.
Usai pertandingan, Murat Yakin melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit dan regulasi baru FIFA yang menurutnya telah merusak jalannya pertandingan.