"Kami dihukum karena sebuah aturan yang menurut opini saya sama sekali tidak bisa diterima. Sangat menyakitkan kami harus tersingkir dengan cara seperti ini. Saya rasa kami tidak layak mendapatkannya hari ini. Bagi saya, anak-anak adalah pahlawan yang sesungguhnya," ujar Yakin.

 

Ia juga mempertanyakan penilaian wasit terhadap insiden tersebut.

 

"Wasit telah membuat keputusan yang keliru. Menurut saya itu adalah kontak yang sangat minim, bahkan jika itu dianggap pelanggaran. Saya tahu FIFA akan melindungi wasit mereka, tetapi aturan ini telah menghancurkan permainan kami hari ini. Sangat menyakitkan dieliminasi dengan cara seperti ini," tegasnya.

 

Terlepas dari polemik tersebut, Argentina memastikan tiket ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Tim Tango selanjutnya akan menghadapi Inggris di Stadion Atlanta, sementara perjalanan impresif Swiss harus berakhir di babak delapan besar dengan menyisakan kontroversi yang masih menjadi perbincangan hangat di dunia sepak bola.