ESTORIA – Gadis berusia 15 tahun yang menjadi korban dugaan pemerkosaan bergilir oleh 27 pria di Kabupaten Sampang, Madura, kini masih berjuang memulihkan kondisi psikologisnya. Meski kondisi fisiknya dinyatakan sehat, trauma mendalam yang dialaminya membuat Dinas Sosial (Dinsos) Sampang memberikan pendampingan secara intensif.

 

Kepala Dinsos Sampang, Moh Anwari, mengatakan pemulihan mental korban menjadi prioritas utama sejak kasus tersebut dilaporkan kepada kepolisian. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan petugas yang terus memantau perkembangan kondisi korban.

 

"Kami fokus melakukan pendampingan untuk memulihkan trauma yang dialami korban. Selain itu, pelaku yang masih berstatus anak nantinya juga akan mendapatkan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Anwari, Jumat (10/07/2026).

 

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsos Sampang, Masruhah, mengungkapkan bahwa korban hingga kini masih mengalami trauma berat akibat peristiwa yang menimpanya.

 

Menurutnya, secara fisik korban tidak mengalami gangguan kesehatan. Namun secara psikologis, korban masih membutuhkan penanganan khusus agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.