AUMA menegaskan bahwa persoalan yang mereka angkat tidak berhenti pada keberadaan ijazah SMA, SMK, atau pendidikan sederajat. Mereka membawa persoalan tersebut ke ranah integritas pejabat publik dan tanggung jawab moral dalam penyelenggaraan negara.
Dalam pernyataan sikapnya, AUMA menyebut:
“Persoalan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan semata-mata masalah selembar ijazah.”
Pernyataan itu dilanjutkan dengan penekanan terhadap nilai kejujuran dan persoalan etika yang, menurut AUMA, harus menjadi perhatian dalam menilai kelayakan seorang pemimpin.
Aliansi tersebut juga menyampaikan penilaian keras terhadap persoalan yang mereka angkat.