Meski demikian, para peneliti menilai pajak bukan satu-satunya faktor yang mendorong tren tersebut. Laporan Religion Watch menyebut angka pengunduran diri memang cenderung lebih tinggi di wilayah yang menerapkan pajak gereja, namun faktor lain seperti meningkatnya sekularisme, menurunnya keterikatan masyarakat terhadap institusi keagamaan, hingga berbagai skandal yang melibatkan rumah ibadah juga ikut berpengaruh.

 

Survei demografi terbaru bahkan menunjukkan sekitar 34 persen penduduk Swiss pada 2022 mengidentifikasi diri sebagai tidak beragama atau ateis. Temuan itu mengindikasikan perubahan pandangan masyarakat terhadap agama berlangsung lebih luas dan tidak semata-mata dipicu oleh kebijakan pajak gereja.