Kiribati berada di posisi pertama dengan alokasi mencapai 16,4 persen dari PDB. Di belakangnya ada Tuvalu sebesar 12,9 persen, Mikronesia 11,6 persen, Namibia 9,1 persen, dan Aljazair 9,0 persen.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa besarnya anggaran pendidikan tidak hanya dimiliki negara-negara maju atau berpendapatan tinggi. Sejumlah negara dengan ekonomi yang relatif kecil juga mampu memberikan prioritas besar pada sektor pendidikan.
Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menjelaskan bahwa besarnya belanja pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari prioritas kebijakan pemerintah, struktur demografi, hingga kemampuan fiskal masing-masing negara.
Negara dengan populasi usia muda umumnya membutuhkan investasi pendidikan yang lebih besar karena jumlah peserta didik terus meningkat. Sebaliknya, negara yang memiliki populasi menua cenderung menghadapi tekanan yang lebih rendah terhadap kebutuhan pendidikan.
Di sisi lain, pemerintah juga harus membagi anggaran dengan berbagai kebutuhan penting lainnya, seperti layanan kesehatan, sistem pensiun, hingga pembangunan infrastruktur.